Once Upon a time in andalas Island, Perputaran waktu terasa begitu cepat, detik berganti menit kemudian berganti jam, jam berganti hari dan menjadi minggu, dan minggu menjadi bulan dan berganti menjadi tahun.Syukur Alhamdulillah beberapa hari lagi Bulan Ramadhan akan datang. Mudah-mudahan umur kita dipanjangkan agar dapat menggapai keistimewaan Bulan Ramadhan. Itu adalah salah satu nikmat Allah yang harus diSyukuri, Mungkin tahun lalu ada teman, sahabat, tetangga yang masih bersama-sama dengan kita menunaikan puasa, menunaikan shalat tarawih berjamaah di mesjid, tapi tahun ini ada yang tidak bersama-sama kita lagi karena telah dipanggil menghadap-Nya, maka sungguh beruntunglah kita karena masih diberi nikmat untuk bertemu dengan Bulan Ramadhan kali ini karena belum tentu kita akan ketemu Bulan Ramadhan tahun berikutnya.
Layaknya menyambut tamu agung yang akan datang, kita mestinya harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam menyambut bulan Penuh berkah, rahmat dan ampunan ini. Apa yang harus dipersiapkan dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kita persiapkan:
Bersihkan hati dan luruskan niat.
Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Perbanyak Ilmu dan Pengetahuan mengenai keutamaan Bulan Ramadhan.
Hukum-hukum yang berkaitan dengan puasa Ramadhan termasuk ilmu yang tidak boleh tidak harus dipahami oleh setiap muslim.
“Dan sesungguhnya puasa Ramadhan adalah kewajiban bagi setiap individu, dan dengannya dia harusmengetahui tentang hal-hal yang menjadikanny sempurnanya puasa dan yang merusak nilai-nilai puasa. (Ibnu Abdilbar)
Sambutlah Ramadhan itu dengan mempelajari kitab-kitab yang bermanfaat dan memperjelas apa yang ingin kita ketahui tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan bulan suci ini. Dan hendaknya juga berupaya mengajarkan hukum-hukum tersebut kepada keluarga dan lingkungan tetangga yang belum mengetahuinya agar memperoleh hikmah.
Sasaran dan ibadah puasa adalah untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita. Untuk itu, ibadah puasa harus dilakukan dengan tatacara yang benar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Banyak orang berpuasa yang tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar. Dan banyak orang shalat malam, tidak mendapat apa-apa dari shalatnya kecuali bergadang." (HW. Abu Dawud, Ibnu Majah)
Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta (dalam berpuasa) dan tetap melakukannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari).
Dari dua hadits di atas bisa disimpulkan bahwa membekali diri dengan segala ilmu yang berkaitan dengan puasa memang akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan kita untuk menigkatkan kualitas ketaqwaan kita melalui bulan Ramadhan yang mulia ini.
Persiapan Jasmani dan Rohani
Sebelum masuk bulan Ramadhan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar banyak melakukan ibadah puasa di bulan Sya’ban. Dengan banyak berpuasa di bulan Sya’ban berarti kita telah mengkondisikan diri, baik dari sisi ruhiyah atau jasadiyah. Kondisi ini akan sangat positif pengaruhnya dan akan mengantarkan kita untuk menyambut Ramadhan dengan berbagai ibadah dan amalan yang di sunnahkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak fisik dan proses penyesuaian terlalu lama seperti banyak terjadi pada orang yang pertama kali berpuasa. Misalnya lemas, badan terasa panas, tidak bersemangat, banyak mengeluh, dan sebaginya.
�Aisyah ra. Berkata: “Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya,ban.” (HR Muslim).
Bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke langit.
Dari Usamah bin Zaid berkata: "Saya bertanya: “Wahai Rasulullah saw, saya tidak melihat engkau puasa disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda:” Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa.” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)
0 komentar:
Poskan Komentar