Once Upon a time in andalas island, dalam sebuah obrolan dengan seorang sahabat di kedai kopi, beliau melontarkan sebuah kalimat yang mengatakan "cermin yang buram tidak akan menampakkan bayangan yang jernih". kalimat itu sepintas berkelebat masuk telinga kanan langsung keluar ditelinga kiri saya. Sebagai seorang alumni jurusan IPA di SMU dulu, saya dengan pedenya langsung aja membenarkan dan manambah penjelasan yang saya kutip langsung dari kata guru saya dulu ketika mengajar fisika, yang mengatakan "cermin yang jernih dan bersih adalah pemantul cahaya yang paling baik". Mendengar tanggapan saya, sahabat tadi buru-buru mengatakan bahwa bukan itu yang ia maksud dari kalimat itu, tetapi itu merupakan sebuah ungkapan bijak yang maknanya sungguh dalam. bahwa cermin itu diibaratkan sebagai seorang manusia sedangkan cahaya itu adalah perilaku, sifat dan tingkah lakunya. beliau menambahkan bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah SWT dalam keadaan suci dan bersih, sifat dan tingkah laku yang baik adalah merupakan fitra manusia yang merupakan bekal bagi manusia dalam menjalani kehidupannya.
Selama manusia itu mampu menjaga kebersihan dirinya secara lahir dan batin maka manusia itu akan selalu dapat memantulkan sifat dan tingkah laku yang baik. patulan cahaya kebaikan dari Allah SWT akan selalu jelas terlihat dalam kehidupannya. Manusia semacam ini akan selalu disenangi oleh orang-orang disekitarnya karena dimana dia berada akan selalu memberikan manfaat bagi orang disekelilingnya. Sebaliknya jika manusia itu kotor, penuh dengan debu dosa maka dia tidak akan dapat memantulkan sifat dan tingkah laku yang baik dimana dia berada selalu memberikan mudarat bagi orang disekelilingnya. keberadaan orang semacam ini akan selalu menyusahkan orang disekitarnya.
Obrolan dengan sahabat tadi selalu teringat dalam benak ini, terkadang pada saat terasa iman ini lagi turun, kalimat dari sahabat ini yang selalu menjadi pelecut untuk terus bangkit memperbaiki diri menjadi cermin yang bersih. Di tempat kerja yang penuh dengan dinamika kehidupan,bertemu dengan banyak orang dengan sifat dan tingkah laku yang berbeda, ada saat-saat dimana cermin kehidupan ini menjadi kabur dan buram. Mudah-mudahan saya dapat menjaga cermin kehidupan ini selalu bersih. Trima kasih sahabat, semoga kita selalu diberkati dan diberi petujuk_Nya. Amin.
0 komentar:
Poskan Komentar